Sabtu, 12 Januari 2013

Laporan magang ku


LAPORAN  PRAKTEK  KERJA INDUSTRI
PEMANENAN KELAPA SAWIT
(Elaeis gueneensis Jacq)
PT. TAPIAN NADENGGAN
SEI RINDU ESTATE
 












Di susun Oleh :

Nama  : Agus  Mulyanto
NIS      : 1261 / A
Kelas   : XI  ATP

PEMERINTAH KABUPATEN KOTIM
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI-2 SAMPIT
(KELOMPOK  TEKNOLOGI REKAYASA, AGROBISNIS DAN AGROINDUSTRI ,
 SENI KERAJINAN DAN PARIWISATA)
                                              NOVEMBER  2012
LAPORAN  PRAKTEK KERJA INDUSTRI
PEMANENAN KELAPA SAWIT
(Elaeis gueneensis Jacq)
PT. TAPIAN NADENGGAN
SEI RINDU ESTATE



Di susun Oleh :

Nama     : Agus  Mulyanto
NIS         : 1261 / A
Kelas      : XI  ATP





PEMERINTAH KABUPATEN KOTIM
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI-2 SAMPIT
(KELOMPOK  TEKNOLOGI REKAYASA, AGROBISNIS DAN AGROINDUSTRI ,
SENI KERAJINAN DAN PARIWISATA)
                                              NOVEMBER  2012


I
PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 SAMPIT
Alamat Jalan Bakti Karya No. 1 (Telp. (0531) 32089 Fax. (0531) 32049 Sampit



LEMBAR PENGESAHAN
PEMANENAN KELAPA SAWIT
(Elaeis gueneensis Jacq)
PT. TAPIAN NADENGGAN SEI RINDU ESTATE

 Di susun Oleh :

Nama                   : Agus Mulyanto
Nis                         : 1261/A
Kelas                    : XI ATP
P. Keahlian         : Agribisnis Tanaman Perkebunan

Dinyatakan : Sangat Bail/Baik/Cukup
Sampit,        Desember 2012
            Mengetahui                                                                               Guru Pembimbing
Kepala Program Keahlian




   SULISTYORINI, SP                                             SULISTYORINI, SP
   NIP :                                                    NIP : 19731223 200604 2 003

II

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena atas Rahmat dan Karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan hasil kegiatan Praktek Kerja Industri yang berjudul Pemanenan Kelapa Sawit” Di PT. TAPIAN NADENGGAN Perkebunan Sei Rindu Estate, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
            Laporan ini disusun sebagai hasil dari kegiatan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) yang dilaksanakan di PT. TAPIAN NADENGGAN Perkebunan Sei Rindu Estate. Selama pelaksanaan praktek kerja industri berlangsung dan didalam menyelesaikan laporan ini, penulis telah mendapatkan ilmu dan pengalaman  serta nasehat dari berbagai pihak. Sehingga pada kesempatan yang baik ini, penulis mengucapkan terimakasih, kepada :
1.      Kedua Orang Tua yang telah memberikan motivasi semangat dan do’anya dalam penyusunan laporan selama praktek  industri berlangsung.
2.      Bapak Drs Ino, selaku Kepala Sekolah SMK N 2 Sampit
3.      Bapak NGASUP TARIGAN, selaku Estate Manager  PT. TAPIAN NADENGGAN.
4.      Ibu Sulistyorini, SP, Selaku pembimbing dalam pelaksana peraktek kerja industri.
5.      Bapak Suhartono, selaku Asisten Divisi II sekaligus pembimbing dalam pelaksana peraktek  kerja  industri.
6.      Bapak ibu guru SMK N 2 Sampit yang telah member masukan serta saran dalam penulisan laporan ini.
7.      Bapak Asisten Divisi I sampai dengan Divisi VI Sei Rindu Estate yang telah memberi motivasi dan masukan selama Praktek Industri berlangsung.
8.      Segenap karyawan PT. TAPIAN NADENGGAN yang telah memberikan informasi dan bantuan serta pengalamannya.
9.      Semua teman-teman yang telah membantu dan mendukung dalam pembuatan laporan ini.




 Sampit,       November 2012
 Penulis



    Agus Mulyanto
     NIS: 1261/A

III
DAFTAR ISI

Halaman Judul………….……………………………………………………………….…………I
Lembar Pengesahan   ..……………………………………………………………………………II
Kata Pengantar.…………………………………………………………………………………..III
Daftar Isi…………………………………………………………………………………………IV

BAB  I                        PENDAHULUAN
A.Latar Belakang….………………………………………………………………1
B.Tujuan..…………………………………………………………………………2

BAB  II           GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
A. Tempat dan Waktu Prakerin ……….…………………………………………..3
B. Tinjauan Perusahaan  …………………………………………………………...3


BAB III          LAPORAN KEGIATAN

A.    Pelaksanaan Kegiatan   ......……………………………………………………5

B.     Hasil Kegiatan      …………..................................................................................10


BAB IV          KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan  ………...……………………………………….……………….22

B.     Saran  ……….……………………………..…………………………………22

LAMPIRAN    …………………………………………………………………………………..23



IV


BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Kelapa sawit ( Elaies gueneensis Jacq ) merupakan tumbuhan tropis yang tergolong dalam famili palmae dan berasal dari Afrika Barat,  pertama kali diperkenalkan di Indonesia oleh Belanda pada tahun 1948, ketika itu ada 4 batang bibit kelapa sawit yang dibawa dari Mauritius dan Amsterdam dan ditanam di perkebunan Raya Bogor.

Kelapa sawit ( Elaies gueneensis Jacq ) mempunyai fungsi sebagai salah satu pondasi bagi tumbuh dan berkembang pada sistem agribisnis, khususnya pada perkebunan kelapa sawit. Dilihat dari kebutuhan sehari-hari dalam penggunaan pengkonsumsian minyak goreng dan bahan lainnya yang berbahan dasar buah kelapa sawit, dari segi pasar lokal maupun internasional. Sangat jelas terlihat fakta saat ini kebutuhan minyak goreng terus meningkat dan sangat banyak dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia sampai dengan dunia. Minyak kelapa sawit merupakan komoditas yang mempunyai nilai strategis karena merupakan bahan baku pokok di Indonesia. Khususnya di Kalimantan Tengah, telah banyak terdapat areal perkebunan kelapa sawit dengan areal yang bervariasi antara dataran tinggi, dataran rendah, dan  tanah yang berbeda-beda, yaitu tanah berpasir, tanah gambut, dan tanah mineral.

Dalam laporan ini secara singkat dan sistematis disajikan mengenai cara pemanenan  dalam pembudidayaan yang bekaitan dengan kelapa sawit. Kelapa sawit sebagai komoditi tanaman di perkebunan PT. TAPIAN NADENGGAN  kabupaten Kota Waringin Timur – Kalimantan Tengah dalam pembudidayaannya mampu menyerap tenaga kerja yang cukup banyak terutama dari luar daerah. Di perusahaan ini terdapat 6 ( Enam ) Divisi dan 3 pondok atau 3 perumahan. Dalam melaksanakan praktik industri ini, penulis ditempatkan di areal Divisi 2, di perumahan Pondok 2 Sei Rindu.

Praktek Kerja Industri ( PERAKERIN ) merupakan salah satu program yang tercantum dalam kurikulum pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan, yang dilaksanakan pada pertengahan  tahun sampai dengan akhir tahun semester selama 3 bulan, dari bulan September sampai dengan November 2012. Program praktek kerja industri memiliki tujuan dan syarat untuk kenaikan kelas, syarat mengikuti ujian akhir sekolah, ujian nasional dan kelulusan.

Praktek industri ini juga merupakan bagian dari pendidikan yang menyangkut proses pembelajaran berdasarkan pengalaman diluar sistem belajar di Sekolah Menengah Kejuruan dan praktek di dalam lingkungan kerja yang terbuka. Dengan tujuan siswa perorangan dipersiapkan untuk mendapatkan pengalaman keterampilan khusus dari keadaan yang benar dilapangan maupun dalam bidang materi ilmu budidaya kelapa sawit.


 `     Dari pengalaman tersebut diharapkan siswa akan memperoleh keterampilan yang tidak   semata – mata bersifat teoritis saja, akan tetapi lebih pada keterampilan yang bersifat skill yang meliputi keterampilan fisik, intelektual, kemampuan berinteraksi, kemampuan pemecahan masalah, dan dalam penanganan budidaya tanaman kelapa sawit .

Dalam kegiatan praktek industri ini, siswa dipersiapkan untuk mengerjakan serangkaian tugas keseharian ditempat praktek industri  yang menunjang keterampilan akademis yang diperoleh di sekolahan maupun dari perkebunan, dengan tujuan  menghubungkan pengetahuan akademis dengan keterampilan. Pemilihan tempat Praktek Kerja Industri ini berdasarkan pada pendekatan materi pembelajaran di sekolah hingga dalam keterampilan yang telah didapat dan dipraktekan langsung di lapangan.
B. Tujuan Prektek Kerja Industri
*      Tujuan Umum
Tujuan umum penyelengaraan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) ini adalah :
a.       Melatih siswa untuk berfikir kritis dalam membedakan metode – metode antara teoritis dan praktek kerja sesungguhnya di lapangan.
b.      Menambah wawasan siswa terhadap aspek – aspek di luar sekolah di lokasi PI.
c.       Menyiapkan siswa sehingga lebih memahami kondisi pekerjaan yang nyata di lapangan.

*      Tujuan Khusus
Tujuan khusus penyelenggaraan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) ini adalah :
a.         Mempelajari dan membandingkan antara teori pelajaran di sekolah dengan pelaksanaan di lapangan kebun kelapa sawit.
b.         Mempelajari berbagai bentuk permasalahan atau tindakan dalam budidaya kelapa sawit dan mengetahui penyelesaian masalah yang dihadapi.
c.         Diharapkan setelah pasca Praktek Kerja Industri akan tercipta hubungan timbal balik antara siswa peserta PI dengan perusahaan, sehingga nantinya peserta dapat direkrut sebagai karyawan.

*      Tujuan Standar Kompetensi
Adapun tujuan standar kompetensi dari pembuatan laporan ini antara lain :
a.       Untuk mengetahui struktur organisasi pada PT. TAPIAN NADENGAN perkebunan kelapa sawit.
b.      Untuk mengetahui perawatan pada tanaman menghasilkan ( TM ).
c.       Untuk mengetahui pengendalian gulma, hama dan penyakit pada perkebunan kelapa sawit.
d.      Untuk mengetahui kegiatan dalam panen.

BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

A.    TEMPAT DAN WAKTU PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)

Pelaksanaan Praktek Kerja Industri ( PRAKERIN ) merupakan salah satu program yang tercantum dalam kurikulum pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan, pelaksanaan Praktek Kerja Industri      ( PRAKERIN ) di PT. Tapian Nadenggan, Sei Rindu Estate dilaksanakan pada pertengahan  tahun sampai dengan akhir tahun semester, selama 3 bulan, dari 04 September sampai dengan 27 November 2012. Program praktek kerja industri memiliki tujuan dan syarat untuk kenaikan kelas, syarat mengikuti ujian akhir sekolah, ujian nasional dan kelulusan.
Kelapa sawit sebagai komoditi tanaman, di PT. TAPIAN NADENGGAN  Perkebunan Sei Rindu, Desa Tanggar, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kota Waringin Timur – Kalimantan Tengah. Di perusahaan ini terdapat 6 ( Enam ) Divisi dan 3 pondok atau 3 perumahan. Dalam melaksanakan praktik industri ini, penulis ditempatkan di areal Divisi 2, di perumahan Pondok 2 Sei Rindu.

B.     TINJAUAN PERUSAHAAN
a.       Bidang Usaha
            Di PT. Tapian Nadenggan adalah perusahaan yang khusus dalam budidaya tanaman kelapa sawit ( Elaies gueneensis Jacq ). Kelapa sawit sebagai komoditi    tanaman di perkebunan PT. TAPIAN NADENGGAN kabupaten Kota Waringin Timur – Kalimantan Tengah dalam pembudidayaannya mampu menyerap tenaga kerja yang cukup banyak terutama dari luar daerah.
Kelapa sawit ( Elais gueninsis jack ) mempunyai fungsi sebagai salah satu pondasi bagi tubuh dan berkembang pada sistem agribisnis, kususnya pada perkebunan kelapapa sawit. Dilihat dari kebutuhan sehari-hari dalam penggunaan pengkonsumsian minyak goreng dan bahan lainnya yang berbahan dasar buah kelapa sawit, dari segi pasar lokal maupun internasiaonal, sangat jelas terlihat fakta saat ini kebutuhan minyak goreng terus meningkat dan sangat banyak dibutuhkan oleh measyarakat Indonesia sampai dengan dunia. Minyak kelapa sawit merupakan komonditas yang mempunyai nilai strategis karena merupakan bahan baku pokok, di Indonesia, khususnya di Kalimantan Tengah, telah banyak terdapat areal perkebunan kelapa sawit dengan areal yang bervariasi antara dataran tinggi, dataran rendah, dan  tanah yang berbeda-beda, yaitu tanah berpasir, tanah gambut, dan tanah mineral.
b.      Sejarah Perusahaan
Pendirian PT. Tapian Nadengan Sei Rindu Estate dimulai sejak tahun 2004, dari pembukaan lahan hingga pasca pemancangan. Kemudian dimulai penanaman pada tahun 2006-2007, mulai dipanen pada tahun2009-2012, luas keseluruhan PT. Tapian Nadenggan Sei Rindu Estate adalah .

 
a.       Struktur Organisasi
NGASUP TARIGAN
ESTATE MANAGER
 












                                                                                                                   
 






KAEYAWAN
 
KARYAWAN
 
 






















BAB III
LAPORAN  KEGIATAN MAGANG

A.    Pelaksanaan kegiatan
1.      Semprot Piringan, Pasar Pikul dan TPH (SP3+TPH)
SP3+TPH  merupakan kegiatan pengendalian gulma yang dilakukan di piringan, pasar pikul dan Tempat Pengumpul Hasil pada tanaman kelapa sawit yang dilakukan secara kimiawi menggunakan herbisida tertentu.
Ø  Bahan atau herbisida yang digunakan:
-          Rolixone
-          Erkafuron
-          Roll Up
-          Starane

Ø  Alat Pelindung Diri (APD) yang di gunakan :
a.      Helm
b.      Kacamata Safety
c.       Masker
d.      Seragam Semprot
e.      Apron
f.        Sarung Tanggan
g.      Sepatu Bood

Ø  Alat dan Bahan yang digunakan :
ü  Kep
-       SA 15 liter
-       MHS 10 liter
-       Solo 15 liter
ü  Galon 20 liter
ü  Gelas ukur
ü  Dligen 5 liter
ü  Corong
*      Rotasi
            Rotasi SP3+TPH adalah 3 kali per tahun.  Untuk alat SA 15, norma kerja 1,6 ha/hk, dosis 0,25 ltr/ha rolixone,  0,013 kg/ha erkafurone. Untuk MHS, norma kerja 0,2 hk/ha, dosis 0,25 ltr/ha roll up, 0,063 kg/ha starane (rotasi 1), Erkafurone 0,013 kg/ha (rotasi 3).
2.      Penanaman APH (Agensia Pengendalian Hayati)
            Penanaman APH bertujuan  agar mengundang predator (Sycanus spp) yang memangsa hama yang merugikan bagi tanaman kelapa sawit, sehingga memper kecil kerusakan pada tanaman kelapa sawit. Penanaman tanaman Agensia Pengendalian Hayati dengan cara distek, namun penanaman Agensia Pengendalian Hayati dilakukan dengan melihat cuaca atau curah hujan, menanam Agensia Pengendalian Hayati yang baik adalah saat musim penghujan.
*      Ukuran bedengan :
a.       30 x 1 m pada jalan Main Road (MR )
b.      5 x 1 m pada jalan Collection Road ( CR )
Ø  Jenis-Jenis Tanaman APH
  1. Turnera Subulata
-          Turnera Subulata kuning
-          Turnera Subulata putih
  1. Cassia Cobanensis
  2. Antigonon Leptopus

3.      Wiping Lalang  (Imperata Cylindrica)
Wiping lalang merupakan kegiatan pengendalian gulma dengan cara kimiawi. Cara kerja wiping lalang yaitu mengusap daun lalang dari bagian pangkal sampai ujung daun, dan ujung daun di putus 5 cm sebagai tanda bahwa telah selesai di wiping.
*      Bahan dan Alat yang digunakan :
a.       Bahan
ü  Herbisida (Roll Up)
b.      Alat
ü  Alat wiping gendong (dligen) & perangkatnya
ü  Sarung tangan
ü  Gelas ukur
ü  Corong
*      Aplikasi Bahan :
ü  Dosis                     = 0,03 ltr/ha
ü  Norma                   = 0,125 hk/ha
ü  Volume                 = 100%
ü  Rotasi                    = 3/tahun
ü  Konsentrasi           = 1%

4.      Garuk Piringan

Garuk piringan merupakan pengendalian gulma secara manual, yang dilakukan untuk membersihkan gulma di sekeliling tanaman dengan diameter tertentu. Garuk piringan dilakukan pada areal yang tidak boleh dilakukan pengendalian menggunakan herbisida, seperti di areal pinggir sungai dengan jarak tertentu.
Alat yang digunakan :
a.       Cangkul
b.      Parang

5.      Perawatan Ancak

Perawatan ancak bertujuan untuk memperbaiki kondisi ancak, seperti ; perawatan pasar pikul, pasar tenggah, dan pasar kumis, sehingga mempermudah dalam pelaksanaan pemanenan maupun dalam pengawasan kerja.
Alat yang digunakan :
a.       Parang
b.      Cangkul
c.       Arit/sabit

6.      Dongkel Anak Kayu (DAK)
Dongkel anak kayu merupakan pengendalian gulma secara manual, dengan cara mencabut semua jenis gulma berkayu berserta akarnya dan di buang ke pasar mati atau rumpukan pelepah dengan posisi  akar menghadap keatas hingga akar tidak menyentuh tanah.
v  Alat yang di gunakan :
      Cados, ukuran lebar 12 cm
      Parang
      Batu asah
v   Gulma yang di basmi :
      Kentosan ( Curculiga Villusa )
      Putihan ( Cromolena Odorata )
      Merahan ( Melastroma Malabatrikum )
      Pakis kresek ( Stenochlaena Palustris )
      Kucingan ( Mimosa Pudica, Mimosa Grafika )
      Cempokak (Solanum Torvm )
      Pakis kawat ( Selegeri Sementrensis) dll,


7.      Pemupukan
Pemupukan bertujuan menambah ketersediaan unsur hara dalam tanah agar tanaman dapat memenuhi unsur hara yang dibutuhkan. Pemupukan di PT. Tapian Nadenggan khususnya di areal divisi II dilakukan secara manual dan menggunakan pesawat.
Pupuk dibagi dua golongan, yaitu:
v  Pupuk Makro ( N, P, K, dan Mg )
v  Pupuk Mikro ( B, Cu, dan Fe )
*      Jenis pupuk yang di gunakan di Sei Rindu adalah;
a.       Urea
Kandungan N 46%
Dosis 1 kg/pokok TM
b.      Mop ( Muriate of Potosh ) atau KCL
Kandungan K2O 60%, Cl 35%
Dosis 2,25 kg/pokok TM
c.       TSP ( Triple Super Phosphate )
Kandungan P2O5 46%, CaO 20%
Dosis 0,75 kg/pokok TM
d.      DAP ( Diammonium Phosphate )
Kandungan N 18%, P 46%, S 11%
Dosis 2 kg/pokok TM
e.       RP ( Rock Phosphate )
Kandungan P2O5 30%, CaO 45%
Dosis 1,50 kg/pokok TM
f.       Dolomit
Kandungan MgO 22%, CaO 30%
Dosis 1,75 kg/pokok TM
g.      Cu ( Copper Sulphate )
Kandungan Cu 25%, S13%
Dosis 0,05 kg/pokok TM
h.      Kieserite
Kandungan MgO 27%, S 23%
Dosis 1 kg/pokok TM
i.        NH4Cl ( Ammonium Chiorida )
Kandungan N 23,28%, Cl 60%
Dosis 75 kg/pokok TM
j.        Borate
Kandungan B 11%
Dosis 0,05 kg/pokok TM
*      Pemupukan Manual
Pemupukan yang dilakukan secara manual dengan standar dan prosedur pemupukan. Pemupukan manual dilakukan pada areal datara yang dapat dijangkau oleh pekerja.
Ø  Alat yang digunakan
      Cepuk ukur, berguna untuk penaburan aplikasi pupuk
      Karung, berguna untuk penempatan pupuk
      Karung belahan, berguna untuk alas pada saat penuanggan pupuk
      Gendongan, berguna untuk menggendong pupuk dalam karung
      Gunting, berguna untuk membuka atau merobek karung pupuk

*      Pemupukan Menggunakan Pesawat
                Pemupukan menggunakan pesawat di karenakan medan yang tidak bisa di jangkau oleh alat yang sederhana atau manual, oleh karena itu pemupukn dilakukan menggunakan pesawat.
Ø  Alat yang digunakan dalam pemupukan pesawat;
      Pesawat
      Jonder
      Truk
      Mobil pengisi pupuk ke pesawat
      Mobil penyampur pupuk
Ø  Alat yang di gunakan saat berkerja

      Arit/sabit
      Ganco kecil
      Sepatu boot
      Skop

      Cangkul
      Sarung tangan
      Ayakan pupuk


Ø  Jenis pupuk yang digunakan ;
            - Urea
            - Dap (Diammonium phosphate)
            - Mop (Muriate of potosh)
            - Kieserite granular

B.   Hasil Kegiatan

*      PEMANENAN BUAH KELAPA SAWIT

      Pemanenan buah kelapa sawit harus memenuhi standar yang dianjurkan oleh masing-masing perusahaan yang mengelola. Pemanenan bertujuan untuk memotong buah dan mengutip brondolan yang sudah matang supaya menghasilkan minyak goreng atau nabati yang bermutu baik, maka pemanenan Tandan Buah Segar (TBS) harus dilakukan sesuai standar panen yang baik.

v PANEN
      Panen merupakan kegiatan pengambilan buah dan pengutipan brondolan pada buah yang sudah matang, secara normal telah memenuhi kriteria matang Tandan Buah Segar (TBS), dan siap untuk diangkut ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) untuk diolah dan diproduksi.
1.      Persiapan Sebelum Panen
Persiapan sebelum panen sangatlah penting, untuk dipersiapkan karena semua keperluan dan kebutuhan dalam pelaksanaan panen sangat berpengaruh pada produksi atau hasil. Oleh karena itu, persiapan panen terlebih dahulu diintruksikan pada saat meeting karyawan atau apel pagi yang dilakukan oleh mandor panen, intruksi kerja yang diberikan mandor kepada karyawannya antara lain blok yang dipanen, kreteria buah matang, alat pelindung diri yang digunakan, alat-alat pemanenan yang digunakan, dan sebagainya.
2.  Tempat-Tempat Yang Diperlukan Pada Saat Melakukan Pemanenan

1.      Tempat Pengumpul Hasil ( TPH )
Tempat pengumpul hasil merupakan suatu tempat yang dibuat untuk tempat pengumpul buah dan brondolan terakhir di lapangan, sebelum buah diangkut ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS).
Standar pembuatan TPH yaitu :
a.       Berbentuk persegi panjang
b.      Terletak di pinggir Collection Road
c.       Ukuran TPH : 3 x 4 m
d.      TPH bebas dari semua jenis gulma
e.       Permukaan TPH harus datar, namun jika daerah perbukitan menyesuaikan kondisi lahan
f.        Setiap 3  pasar pikul dibuat 2 TPH.


2.      Pasar Pikul
Pasar pikul merupakan jalan yang dibuat diantara dua baris tanaman yang digunakan pekerja pemanen untuk jalan  menuju TPH maupun untuk perawatan tanaman kelapa sawit.
Standar pembuatan pasar pikul yaitu :

a.       Ukuran lebar pasar pikul antara 1,2 m
b.      Pasar pikul mengikuti arah Utara – selatan
c.       Letaknya searah dengan baris tanaman, dan mengikuti kontur pada areal perbukitan
d.      Setiap 2 baris tanaman harus ada satu jalan pasar pikul
e.       Pasar pikul harus bersih dari semua jenis gulma dan kayu

3.      Piringan
Piringan merupakan tempat disekeliling  batang tanaman yang berbentuk melingkar dengan diameter tertentu, digunakan dalam pengutipan brondolan, tempat penaburan aplikasi pupuk, dan mengurangi serangan hama dan penyakit.
Standar piringan yaitu :

a.       Ukuran piringan antara lain :
ü  TM di areal dataran  berdiameter 2 m
ü  TM di areal perbukitan diameternya menyesuaikan kondisi terasannya 
b.      Piringan bebas dari semua jenis gulma
c.       Perawatan piringan dilakukan dengan cara manual dan secara kimiawi.

4.      Pasar Tengah
Pasar tengah merupakan jalan yang berada diantara dua baris  tanaman dan terletak di tengah – tengah blok, dengan arah timur – barat , yang berfungsi sebagai jalan kontrol yang digunakan oleh para pengawas dalam mengawasi para pekerja.
Standar pasar tengah yaitu :

a.       Ukuran lebar pasar tengah 1,2 m
b.      Pasar tengah bebas dari semua jenis gulma
c.       Perawatan pasar tengah dilakukan secara manual dan secara kimiawi






5.      Titi Panen
Titi panen merupakan jembatan kecil di areal tanaman yang terbuat dari beton (permanen) yang berfungsi untuk jembatan penyeberangan  para pekerja pemanen dan para perawatan tanaman kelapa sawit.
Standar titi panen yaitu :
a.       Terbuat dari beton
b.      Ukuran titi panen antara lain : lebar 15 – 20 cm, tebal 10 – 15 cm, panjang menyesuaikan di areal lapangan

6.      Pasar Kumis
Pasar kumis merupakan jalan yang berada diantara dua baris  tanaman dan terletak di pinggir jalan Collection Road, dengan arah timur – barat , yang berfungsi sebagai jalan lintas pemanen atau pembrondol untuk meletakan hasil panen atau hasil kutipan brondolnya ke TPH, sebab dalam 3 pasar terdapat 2 TPH.
Standar pasar kumis yaitu :
a.       Ukuran lebar pasar kumis 1,2 m
b.      Pasar kumis bebas dari semua jenis gulma
c.       Perawatan pasar kumis dilakukan dengan cara manual, dan secara kimiawi

3. Alat- alat panen
        Alat panen merupakan semua jenis alat yang digunakan dalam proses panen, agar semua kegiatan panen mudah untuk dilaksanakan dan dapat memperoleh produksi yang baik.

Alat yang digunakan yaitu :
-          Dodos berfungsi sebagai alat panen buah atau dalam penunasan pelepah.
menggunakan ukuran dodos 10-14 cm.
-          Kampak berfungsi sebagai alat pemotong tangkai pada buah sawit.
-          Kereta sorong (Angkong/Arco), berfungsi sebagai alat pengangkut Tandan Buah Segar (TBS)  ke Tempat Pengumpul Hasil (TPH).
-          Gancu berfungsi untuk mengait buah untuk dimasukkan kedalam kereta sorong dan digunakan untuk penyusunan tandan buah di TPH.
-          Batu asah berfungsi sebagai alat mempertajam dodos, kampak dan sebagainya.
-          Cap nomor berfungsi sebagai tanda (nomor urut pemanen)



4.   Alat-alat pembrondol
        Alat pembrondol merupakan semua jenis alat yang digunakan dalam proses pengutipan brondol, agar semua kegiatan pengutipan brondol mudah untuk dilaksanakan dan dapat memperoleh produksi yang baik.
Alat yang digunakan yaitu :
-          Kereta sorong (Angkong/Arco) berfungsi sebagai alat pengangkut brondolan  ke Tempat Pengumpul Hasil (TPH).
-          Garuk berfungsi sebagai alat penggaruk brondolan.
-          Cokeran, berfungsi untuk mengutip brondolan yang ada di ketiak pelepah.
-          Karung berfungsi untuk tempat brondolan.
-          Ember berfungsi sebagai takaran brondolan yang sudah di kumpulkan, 1 ember brondolan dihitung 7 kg.
-          Label brondol berfungsi sebagai tanda nomor urut pembrondol dan jumlah takaran yang dibrondol/dikutip.

5.   Alat Pelindung Diri (APD)
Alat Pelindung Diri merupakan alat yang berfungsi sebagai alat untuk melindungi diri pada saat bekerja.
Alat yang digunakan, antara lain :
-          Helm, berfungsi sebagai alat pelindung kepala
-          Kaca mata, berfungsi melindungi mata dari sampah atau kotoran
-          Sarung tangan, berfungsi sebagai pengaman telapak tangan dari duri
-          Sepatu boot, berfungsi sebagai pengaman kaki bagi pemanen.
-          Sepatu ladam, berfungsi sebagai pengaman kaki bagi pembrondol.
-          Sarung dodos, berfungsi sebagai pengaman/penutup tajamnya dodos.

6.      Aturan dan cara panen dan pembrondol

Pemanenan
Pemanenan di kebun Sei Rindu dilakukan dari jalan Collection Road (CR) sampi pasar control 33 pokok (dalam satu pasar pikul), namun di areal berbukit, jika pemanen tidak bisa mengeluarkan buahnya ke jalan CR, maka pemanen mengeluarkan buahnya di jalan kontur (jalan yang berada di areal bukit). Pemanen yang sudah menyelesaikan panennya hingga pasar control mengangkut buah ke TPH dan menyusun buah 5 baris ke belakang.

Pembrondol
      Pembrondol bertugas mengutip brondolan yang tercecer di piringan, pasar pikul, di ketiak pelepah dengan menggunakan cokeran maupun yang berada di genangan air. Brondolan yang telah dikumpulkan di piringan kemudian dimasukan ke dalam karung, setelah selesai mengutip brondolan kemudian diangkut ke TPH, kemudian ditakar menggunakan ember berukuran 18 dengan standar 7 kg per takaran, kemudian dituang dan disusun di karung belahan yang telah disediakan. Satu alas karung dapat menampung 2-3 ember.                                                                                                                                                                                       
Aturan dan cara panen merupakan pedoman dan ketentuan yang harus diikuti dan dilaksanakan oleh pemanen dan diwujudkan dalam :
a.       Standart Panen
-          Panen harus menggunakan alat dan APD panen yang standar
-          Setiap buah matang harus dipanen, agar buah tidak ada yang tertinggal
-          Tidak boleh ada buah mentah yang terpanen
-          Tidak diperbolehkan ada brondolan yang tertinggal di pasar pikul, piringan, ketiak pelepah dan gawangan
-          Pemotongan tangkai buah harus mepet
-          Songgo yang digunakan adalah songgo 2

b.      Standar Hasil Panen
-          Buah matang harus dipanen, tidak ada buah mentah yang dipanen
-          Buah yang busuk harus dihentakan, dan brondolan harus dikutip
-          Pemotongan pelepah harus semepet mungkin
-          Pemotongan tangkai buah harus semepet mungkin maksimal panjangnya 2 cm
-          Buah dikatakan matang apabila sudah membrondol 5 butir setiap tandannya, dan sudah memenuhi kriteria matang tandan buah segar

c.       Standar penempatan hasil panen
-          Semua buah/brondolan diletakkan di TPH
-          Penyusunan janjang buah harus rapi
-          Dalam pengangkutan menuju ke TPH buah diangkut dengan cara dipikul atau dengan menggunakan kereta sorong (Angkong/Arco).
-          Pemotongan tangkai buah harus mepet sehingga memudahkan dalam pemuatan
-          Brondolan disusun dan ditakar menggunakan standar ember yang telah disediakan    (7 kg/takaran)
-          Penyusunan buah berderet ke belakang sebanyak 5 tandan
-          Penomoran nomor pemanen pada ujung tangkai buah



d.      Standar kematangan buah
    Ketentuan buah yang dipanen berdasarkan jumlah brondolan yang lepas janjang. Kriteria tingkat kematangan buah di Sei Rindu antara lain:
Kondisi buah
Buah mentah                     :  Brondolan lepas < 3 per tandan.
Buah kurang matang         : Brondolan lepas < 3 per tandan dan kurang dari standar
                                              
minimum buah matang.
Buah matang                     :   Memiliki brondolan lepas antara standar minimum buah                                                    matang sampai 50% brondolan lepas dari total brondolan
                                              per tandan.
Buah terlalu matang          :   Memiliki brondolan > 50% lepas dari total brondolan
                                              per tandan.
tandan kosong                   :   Mempunyai beberapa brondolan yang terbesar sampai total
                                              brondolan habis lepas sama sekali.
Buah abnormal                  :  Parthenocapri, hard band, buah banci.

7.      Basis dan premi pemanen
Basis pemanen dalam 1 hari                                   : 100 janjang
Basis pembrondol dalam 1 hari                              : 130 kg
Premi  pemanen dan pembrondol
Misalnya:
Seorang pemanen mendapatkan janjang 300 dan seorang pembrondol SKU mendapatkan brondolan 600 kg.
Berapakah premi pemanen dan pembrondol tersebut?
Jawab:
Pemanen basis 100 jjg sedangkan janjang yang dihasilkan 300
Maka:  300 jjg – basis(100) = 200 jjg
·     200 jjg  x harga janjang (Rp 255) = Rp 51.000
·     Insentif 1 (190 jjg) = Rp 1.200
·     Insentif 2 (260 jjg) = Rp 2.050
·     Premi dapat basis = Rp 700
·     Hasil( 51.000 + 700 + 1.200 + 2050= Rp 54.950)
Pembrondol basis 130 kg sedangkan yang dihasilkan 600 kg
Maka: 600 kg – basis (130 kg) = 470 kg
·     470 kg x harga per kg (Rp 366)= Rp 72.020
·     Hasil = Rp 72.020
Gaji Pokok :
SKU lebih dari 1 thn : Rp 1.457.000
SKU kurang dari 1 thn : Rp 1.456.000


8.      Pusingan

            Pusingan adalah waktu yang diperlukan antara panen terakhir dengan panen berikutnya pada blok yang sama. Pusingan yang normal adalah 7 hari, artinya pada blok tersebut akan dipanen kembali 7 hari berikutnya.

9.      Sistem Panen
Ancak panen merupakan perpindahan kerja pemanen yang diatur oleh seorang mandor, yang bertujuan untuk memperoleh efektifitas kerja yang optimal atau luasan areal yang telah dibebankan dan diberi tanggung jawab oleh mandor terhadap pemanen untuk dikerjakan oleh pemanen tersebut. Ada 3 macam ancak panen yaitu :
a.                Sistem Ancak Tetap
Pada sistem ancak tetap setiap pemanen melaksanakan panen pada areal yang sama dikerjakan secara rutin, dan pemanen harus bertanggung jawab menyelesaikan sesuai dengan luasan yang ditentukan setiap hari tanpa ada yang tertinggal.
Apabila pemanen tidak bekerja, maka mandor panen harus mencarinya.
b.               Sistem Ancak Giring
Pada sistem ancak giring ini setiap pemanen melaksanakan panen pada ancak panen yang telah ditetapkan setiap harinya oleh mandor panen. Pembagian areal selalu berubah disesuaikan dengan kerapatan panen dan kehadiran pemanen.
c.                Sistem Ancak Giring Tetap

              Pada system ancak giring tetap maksud dari ancak giring tetap adalah ancak yang sudah di tetapkan perbloknya dan di mana pemanenya dan pembrondol di arahkan oleh mandor panen, dengan tanggungjawab pemanen menyelesaikan sesuai dengan luasan yang di temtukan setiap hari taanpa ada yang tertingal.

d.               Sistem Ancak D6
  Sistem ancak D6 merupakan kadveld yang rutin dikerjakan setiap harinya (senin-sabtu) dengan luasan tertentu, jadi dalam perkerjaanya dalam 1 minggu mendapatkan 1 rotasi.
   Untuk menandakan kadveld di Kebun Sei Rindu dibuat tanda dari bahan permanen (pland seng dan sebagainya) dengan ukuran 20 x 20 cm atau  tutup cat, dan dipasang pada setiap sudut blok sesuai kadveld panen.

Pembagian kadveld di divisi II  yaitu:

PEMBAGIAN KADVELD DI DIVISI II SEI RINDU

Blok
LUASAN PER BLOK DIVISI II
62

35,84
33,48
29,00
61
19,87
28,34
27,27
60
18,46
28,40
30,15
59
33,66
30,05
27,81
58
29,69
29,73
30,63
57
27,86
30,30
30,03
56
34,37
29,64
29,70

F
E
D


Keterangan :

a.       D1            untuk hari ke 1         (luas  114,23)
b.      D2            untuk hari ke 2         (luas  90,36)
c.       D3            untuk hari ke 3         (luas  119,72)
d.      D4            untuk hari ke 4         (luas  90,22)
e.       D5            untuk hari ke 5         (luas  107,83)
f.       D6            untuk hari ke 6         (luas  91,92)

Luas keseluruhan Divisi II adalah 614,28 ha
Contoh perhitungan pembagian kadveld :
- Suatu divisi luasan arealnya = 614,28  ha
- Rotasi panen 6/7 senin - sabtu
- Jadi 614.28 ha/ 6 = 102,38 ha per hari
Kesimpulan dengan luasan arel 614,28 ha, dengan rotasi panen 6/7 diperoleh 102.38 ha per hari, yang harus dipanen oleh para pemanen.
Pada perusahaan PT. Tapian Nadenggan perkebunan Sei Rindu Estate khususnya di Divisi II (dua) pengancakan dilakukan dengan sistem Ancak Giring Tetap.
10.  Pemeriksaan Panen

          
Pemeriksaan panen dilakukan pertama kali oleh mandor panen, dilakukan di lapangan dan di TPH, pemeriksaan panen di Sei Rindu Estate khususnya di divisi II (dua), dilakukan oleh 2 mandor panen. Tugas dari mandor panen adalah memastikan buah dan brondolan dalam blok keluar sesuai dengan standar panen. Selain itu mandor harus melakukan inspeksi detail setiap hari sebelum panen selesai. Inspeksi minimal 1 pemanen per kemandoran.

           A
pabila terdapat kesalahan maka akan diberi sanksi berupa denda.
Hal-hal yang diperiksa atau diinspeksi panen antara lain:
a.      Buah tinggal
-          Buah matang tidak dipanen
-          Buah dipanen tidak dibawa ke TPH
b.      Buah mentah dipanen
c.       Brondolan tidak dikutip
d.      Pelepah dirumpukan tidak disusun secara baik dan benar
e.      Tangkai tandan atau toros tidak dipotong dan tidak dibuang
f.        Kesalahan terhadap pemotonga pelepah (pelepeh sengkeleh)
g.      Memastikan semua ancak dipanen

*      Selain Inspeksi mandor panen juga melakukan Estimasi
Estimasi produksi merupakan pengamatan yang dilakukan diareal perkebunan pada tanaman kelapa sawit, dengan tujuan untuk memperkirakan tandan atau buah kelapa sawit yang sudah muncul, atau terlihat agar dapat memperkirakan umur dan jenis bunga yang ada di setiap pokokan kelapa sawit
Estimasi produksi antara lain :
a.     Estimasi harian
Estimasi harian merupakan kegiatan melakukan perencanaan pengamatan, dan perkiraan dalam menentukan tandan buah segar yang akan dipanen pada hari besok.
Tujuannya yaitu :
-          Untuk pengambilan kerapatan panen dan penghitungan luasan dalam pengancakan
-          Menentukan tenaga kerja  panen
-          Menentukan kebutuhan armada pengangkutan produksi
-          Untuk mengetahui jumlah janjang dan tonase yang akan dihasilkan


Pelaksanaan

-          Masuk pertama pada pasar pikul ke 3
-          Sensus menggunakan kerapatan metode kelang 5, 10, 15, 20, dst, ( semakin sedikit jarak jalur yang di sensus semakin baik )
-          Hitung tandan yang sudah bisa dipanen keesokan harinya.

Diperoleh :
Jumlah pokok yang diamati 358 pokok
Jumlah tandan pengamatan 90 tandan
Caranya yaitu : jumlah pokok sensus/ jumlah tandan sensus = kerapatan
358/ 90 = 3,97 pembulatan 4

Jadi diperoleh kerapatan 1 : 4 (disetiap selang 4 pokok sawit terdapat 1 tandan matang buah segar)


b.    Estimasi semester
Pengamatan yang dilakukan 1 kali dalam 6 bulan ( estimasi semester )
Tujuannya yaitu :
-          Untuk mengetahui atau memperkirakan penghasilan tandan buah, selama 3 bulan, 6 bulan, dan 1 tahun mendatang.
-          Untuk memperkirakan tonase pencapaian per 6 bulan.
Pelaksanaan ketentuan sampel yaitu :
1.      Tanaman dengan populasi yang homogen atau seragam
2.      Tahun tanaman yang diamati dominan atau hampir sejenis
Penentuan pokok sampel  yaitu :
1.      Masuk pertama pada pasar pikul ke 3
2.      Sensus menggunakan kerapatan metode kelang 5, 10, 15 dst.

Pelaksanaan
Ketentuan pengambilan sampel yaitu :
1.      Sensus menghitung jumlah bunga, dan buah dengan memperhatikan umur buahnya
2.      Sensus dilakukan pertahun tanam atau satu data sensus mewakili 1 tahun tanam
3.      Pengamatan umur buah dengan cara :



Penentuan fisual buah :

Tabel data perkembangan bunga dan buah di divisi KILO

Umur buah dan bunga
Keadaan bung tandan
Daging buah
Cangkang
Inti
Embrio
10 hari
Bunga anthesis
Belum ada
Belum ada
Belum ada
Belum terlihat
1 bulan
Buah kecil terbentuk pada tandan
Putih kehijauan, lunak dan berair
Putih lembut
Berupa cairan
Belum terlihat
2 bulan
Tandan muda
Putih kehijauan, lunak dan berair
Putih agak keras
Seperti agar agar
Belum terlihat
3 bulan
Tandan muda
Kuning kehijauan
Coklat muda keras
Mengeras
Titik puti
4 bulan
Tandan mentah
Kuning kemerahan
Coklat keras
Putih keras
Normal 3,50 mm
5 bulan
Tandan masak
Merah kekuningan
Coklat tua keras
Putih keras
Normal 3,50 mm
6 bulan
Buah membrondol
Merah
Hitam keras
Putih keras
Normal 3,50 mm

Alat yang digunakan adalah parang
·         Waktu pengamatan :
-          Akhir desember, untuk estimasi produksi bulan januari sampai dengan juni
-          Akhir maret, untuk estimasi produksi bulan april sampai dengan september
-          Akhir juni, untuk estimasi produksi bulan juli sampai dengan desember
-          Akhir september, untuk estimasi produksi bulan oktober sampai dengan maret


11.  Pengangkutan Tandan Buah Segar (TBS)
Sarana pengangkutan menjadi hal penting dan sangat dibutuhkan, bila jumlah angkutan kurang dan sering terjadi kerusakan, maka proses pengiriman tandan buah segar ke pabrik pengelolah kelapa sawit akan terhambat, sehingga dapat mengakibatkan buah restan dan akan mengurangi mutu TBS.


a.       Hasil Angkut TBS

            H
asil angkutan TBS merupakan kegiatan memindahkan dan mengangkut hasil panen tandan buah segar dari TPH sampai dengan ke PKS.

H
asil angkut TBS antara lain :
1.      Semua hasil panen harus terangkut dari lahan ke TPH, sampai ke PKS
2.      TBS dan brondolan diolah hari itu juga
3.      Diusahakan tidak ada buah restan di lahan
4.      Jumlah TBS yang terkirim harus sama dengan yang diantar ke PKS.

b.      Pencatatan Tandan Buah Segar.

            Pencatatan tandan buah segar merupakan pencatatan yang dilakukan oleh krani panen  pada Buku Kutip Brondol(BKtB), Buku Potong Buah (BPtB), dan Grading TPH, dan oleh krani transport pada Buku Pengiriman Buah (BPB), saat akan dimuat.

1.      Pada notes krani panen
Pendapatan buah yang dipanen dan brondolan yang di kutip harus dicatat, setiap ancak pemanen yang berada di TPH dan setiap bloknya.

*Kegunaanya;
Ø  Untuk mengetahui pendapatan tandan buah segar, dan brondolan pada setiap harinya
Ø  Untuk keperluan administrasi divisi

2.      Pada notes kerani transport
Pendapatan harus dicatat setiap blok, nomor urut/nomor ancak pemanen, jumlah tandan dan brondolan yang berada di TPH, dan nomor TPH.

*Kegunaanya;
Ø  untuk mengetahui penghasilan pemanen dan pembrondol.
Ø  Untuk mempermudah dalam pembuatan Surat Pengiriman Buah (SPB).
Ø  Untuk file dalam pembuatan laporan buah.
Ø  Untuk file pendapatan jumlah janjangan dan tonase perhari.
Ø  Untuk menentukan berat janjang rata – rata.



BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN


                             i.      KESIMPULAN

      Kelapa sawit ( Elaies gueneensis Jacq ) merupakan tumbuhan tropis yang tergolong dalam famili palmae dan berasal dari Afrika Barat,  pertama kali diperkenalkan di Indonesia oleh Belanda pada tahun 1948, ketika itu ada 4 batang bibit kelapa sawit yang dibawa dari Mauritius dan Amsterdam, dan ditanam diperkebunan Raya Bogor.

      Dalam pelaksanaan kegiatan magang yang dilaksanakan di Perkebunan Sei Rindu (SRDE) sangatlah memberi manfaat yang banyak. Selama Praktek Industri (PI) berlangsung saya mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan sangat berguna bagi diri saya pribadi untuk masa depan saya maupun bagi orang lain, meskipun dalam melaksanakan Praktek Industri (PI) banyak hambatan.

      Dalam membudidayakan tanaman kelapa sawit (Elaeis guennensis Jacq) agar mendapatkan kwalitas produksi yang bermutu maka kita harus melaksanakan pekerjaan sebagai berikut antara lain:

v  Perawatan
ü  SP3+TPH (Semprot Piringan, Pasar Pikul dan TPH)
ü  Wiping Lalang
ü  DAK (Dongkel Anak Kayu)
ü  Garuk piringan
ü  Pemupukan dsb,

v  Pemanenan
Panen yang baik dapat menghasilkan minyak yang ber mutu, yang mana semua tergantung pada proses pemanenan yang sesuai dengan standar panen.

                           ii.      SARAN

            Tujuan dari Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) agar peserta dapat mengetahui apa saja kegiatan yang dilakukan di kebun. Dan dalam pembudidayaan kelapa sawit agar mendapatkan hasil yang maksimal, maka disetiap pekerjaan harus dilakukan dengan dasar dan sesuai dengan panduan yang ada pada perusahaan. Mempelajari dan membandingkan antara teori pelajaran di sekolah dengan pelaksanaan di perkebunan kelapa sawit. Mempelajari berbagai bentuk permasalahan atau tindakan dalam budidaya kelapa sawit dan mengetahui penyelesaian masalah yang dihadapi.






*Pemanenan Buah Kelapa Sawit                                *Pengutipan Brondolan Di Piringan



          

*Pemotongan Tangkai atau Toros Buah                     *Menakar Brondolan yang sudah dikutip



               
*Alat Panen                                                                *Penyusunan TBS di TPH.

                      
*Pemuatan TBS                                                          *Pemuatan TBS

                       *Pengeceran pupuk                                                            *Penaburan Aplikasi Pupuk

                           
*Pemuatan Pupuk                                                       *Pembagian penaburan aplikasi pupuk

                
*Pembersihan Pasar Pikul                                           *Alat-alat Wiping lalang

                    
*Penampung Curah Hujan                                          *Perawatan APH







                   
*Pembuatan Bedengan APH                                           *Turnera Subulata Kuning


                     
*SP3+TPH                                                                  *Garuk Piringan










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar